Teruntuk sahabatku tersayang
pantaskan aku menjadi sahabatmu
selamanya
sahabat yang kan kau bawa
dalam mimpi tidurmu
selamanya
Sayang,
masih ingatkah dikau
ketika hujan deras
membasahi rambut hitam kita
ketika panas terik
memerahkan muka manis kita
Sahabat terbaikku,
aku dan kau pernah saling berpegangan
takut ketika arus deras akan memisahkan kita
Sayangku,
taukah kau,
aku menyayangimu
aku merindukanmu
Namun tak juga kau mengerti sayang
Maafkan diriku ini
aku yang tak sempurna
aku tak pantas
dan tak pernah ada di saat kau butuh
Sayang,
andaikan kau tahu,
Sayang,
semoga kau selalu ingat
semoga ku selalu ingat
Bahagialah sayang
aku selalu merindumu
Terimakasih telah mengingatkanku
tentang arti hidup
Lagi,
kata maaf yang dapat kuucap
ketika aku tak mampu membalas
semua kebaikanmu
This is the form of report duting Sea-Teacher Program at Anuban Lampang School Thailand with Lampang Rajabhat University
Thursday, May 22, 2014
Sahabat Terbaik
Tuesday, May 20, 2014
This is Unforgettable Moment
Sunday, February 9, 2014
Abang Putih
Thursday, December 26, 2013
Coretan
Friday, December 20, 2013
dalam lebatnya hujan, masih tersimpan kesucian di dalamnya
buku suci penuh arti yang Kau ciptakan menenangkan setiap jiwa
untaian makna terkandung di dalamnya
tiap kata selalu terlantun dalam nyanyian indah
tiap lembarnya Kau ciptakan indahnya huruf
hingga tak seorang pun jenuh memandangnya, mendekap dan memeluknya erat
karna Kau Sang Maha Sempurna
Wednesday, December 11, 2013
Lamsa Gipa
Ketika ingat salam paginya
aku seakan tak jemu
ketika ingat kata-katanya
semakin diri ini ragu
candanya membuat tertawa
bahasa tubuhnya membuat bahagia
namun, aku dan dia belum terbiasa
atas segala rasa
mungkin dia sama
bisa jadi dia berbeda
karena, tak ada yang tahu di antara kita
tentang hati dan cinta
jangan dengar kata teman, Kawan !
karena itu urusanmu bukan ?
dan tak tahu entah kapan
akan dia ucapkan
segala sapaan
hanya ada kata maaf
namun tidak juga dia insyaf
mungkin dia tak khilaf
bisa jadi aku khilaf
Bukan Curhatan Hanya Coretan
Purnama datang
sehingga mata memandang
saat resah bersarang
saat hati rindu kadang
Aku,, kamu selalu ingat
saat cahaya bulan hangat
membuatku dan kamu bersemangat
dalam bersahabat
kita berdua jauh
namun kau tak angkuh
dengan kata-kata menyentuh
saat sepeda kita ayuh
aku tak menunggu
aku tak kan terbelenggu
dalam cinta yang semu
dalam rasa yang layu
karena kau tak datang
semoga kau tetap sayang
dan terus memandang
saat puranama datang