“AKU
BANGGA MENJADI ANAK INDONESIA”
Kembali lagi ke
Indonesia. Ya, negara yang mempunyai banyak cirri khas ini adalah kebanggaan
setiap orang yang menghuni negara ini. Negara Indonesia memiliki banyak sekali
budaya, tradisi, adat istiadat, bahkan hutan sekalipun Indonesia memilikinya.
Hal itu membuat saya dan masyarakat
lainnya bangga akan Indonesia.
Warga Indonesia sangat
menjunjung tinggi budayanya. Salah satunya yaitu berbahasa Indonesia. Menarikan
tarian khas Indonesia, dan masih banyak lagi.
Namun bagaimana jika
Indonesia ini memiliki kebiasaan atau adat yang negative yang semakin tumubuh
di Indonesia? Tentu sangat miris sekali didengar. Apalagi jika sebagian warga
bahkan pejabatpun menerapkannya secara bangga.
Tradisi yang kita sebut
sebagai kebudayaan negative itu antara lain, budaya Indonesia yang
kebarat-baratan. Hal itu dikarenakan karena sebagian masyarakat tidak bisa
menyaring kebudayaan yang masuk di Indonesia. Ada lagi perbuatan yang sangat
miris juka kita rasakan, bahkan itu dilakukan oleh pejabat itu sendiri, yaitu
beberapa bulan yang lalu para anggota DPR kita memesan kursi buatan Jerman yang
harganya bisa menjapai 2 juta per buah. Untung saja mereka sadar dan segera
mengembalikan produk ke negara asalnya. Hal itu dikarenakan mereka kurang
bangga dengan produk luar negeri yang sudah ada. Padahal Indonesia sendiri
mempunyai daya ekspor berupa kayu yang baik.
Masalah terbesar yang
ada di Indoonesia yang dari dulu tidak hilang dan justru bertambah marak yaitu,
korupsi. Korupsi didominasi oleh para pejabat yang kurang bersyukur akan nikmat
yang diberikan. Pejabat tidak sadar apabila mereka sudah diberdayai oleh nafsu.
Memang berbicara itu
lebih mudah daripada melakukan. Para pejabat pemerintah hanya bermodal janji
palsu saja saat mereka berorasi di depan rakyat untuk mengambil hati rakyat
agar rakyat memilih mereka untuk menjabat sebagai anggota pemerintahan.
Perlu dengan cara
apalahi kita menyadarkan mereka? Sudah sekian lama cara-cara alternative
dilakukan. Tetapi tetap saja. Di saat rakyat Ibu Kota kesulitan untuk mengakses
jalan menuju ke sekolah karena jembatan ambruk, para anggota DPR justru
berleha-leha dengan fasilitas kenyamanan mereka di kantor.
Apa kenyamanan
mempengaruhi system kerja mereka? Saya rasa tidak, hanya sebagian saja yang
sadar akan kenyamanan itu. Buktinya di saat rapat mereka justru tidur,
facebookan, bahkan di antara mereka ada yang terlambat masuk dengan wajah tanpa
dosa.
Bagaimana hal itu bisa
ditanggulangi kalau para pejabat tidak mempunyai rasa Nasionalisme. Beberapa
bulan yang lalu, salah satu wartawan TV swasta mewawancarai salah satu pejabat
DPR. Alhasil ternyata pejabat itu tidak hafal dengan Pancasila. Apa yang
seperti itu yang bisa kita sebut dengan wakil rakyat?
Maka dari itu, mari
kita mulai dari diri kita sendiri untuk sadara akan segala sesuatu yang
mendorong kita untuk berbuat maksiat. Pertama kita harus mengingat Tuhan
sebagai pemberi segala sesuatu milik kita. Kedua tuntut ilmu dengan serius dan
tidak bermai-main. Kejujuran sangat kita butuhkan untuk membangun negara ini,
salah satunya dengan tidak menyontek
saat ulangan. Ingat! Di bahu kiri kita ada malaikat. Dan yang terpenting lagi
jangan hanya bicara saja, tetapi buktikan dengan perbuatan bahwa kita benar-benar
cinta dengan tanah air kita.
Dan jangan sekali-kali
melupakan sejarah karena sejarah yang menuntun kita ke masa depan. Cintai
budaya kita, kembangkan budaya kita. Cintai produk dalam negeri. dan selalu
bersahabat dengan alam, karena alam merupakan salah satu pemeran utama dalam
kehidupan kita.
No comments:
Post a Comment